Warga Tolak Tambang Emas di Sumba Timur
TEMPO Interaktif, Kupang - Puluhan warga dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Peduli Pembangunan Sumba Timur (FP2ST), Kamis (27/5), menggelar aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak eksplorasi tambang emas di daerah itu.
Mereka meminta Gubernur menarik kembali izin eksplorasi emas di Desa Wangga Meti, Kecamatan Matawai Lapau, Sumba Timur, yang diberikan kepada PT Fathi Resources Jakarta.
Eksplorasi dinilai akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, seperti kerusakan lingkungan dan Taman Nasional (TN) Lai Wanggi Wanggameti. Taman nasional itu memang berdekatan dengan lokasi tambang tersebut. "Kami minta Gubernur mencabut izin penambangan," kata Ketua FP2ST, Merlan H Jangga Kadu.
Selain merusak lingkungan, menurut dia, eksplorasi emas tersebut juga akan menimbulkan konflik antarwarga di daerah itu yang telah terbagi dalam dua kelompok yang protambang dan kontratambang.
Masyarakat yang kontra berpendapat bahwa aktivitas tambang selalu menimbulkan kesengsaraan bagi masyarakat seperti kerusakan lahan pertanian. Sedikitnya tujuh mata air yang bersumber dari kawasan taman nasional tersebut dikhawatirkan mengering akibat pertambangan itu.
Sebaliknya, lanjut dia, kelompok yang protambang, menganggap aktivitas eksplorasi tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius. "Tambang di manapun tidak pernah menimbulkan kemakmuran bagi masyarakat," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertambangan, Dinas Pertambangan dan Energi NTT, Yoseph Gili, yang menerima para pendemo, mengatakan kegiatan eksplorasi bukan berada dalam taman nasional sehingga kekhawatiran terjadi kerusakan lingkungan, seperti pembukaan jalan masuk menuju lokasi ekplorasi, sangat berlebihan.
Dia mengatakan kegiatan itu masih tahap eksplorasi atau pencarian mineral. "Bila tidak ditemukan di sana, tentunya lokasi eksplorasi akan pindah ke lokasi lain," katanya.
Untuk mengatasi masalah itu, kata dia, pemerintah akan mengirim tim dari Dinas Pertambangan dan Energi untuk melakukan pemeriksaan terkait kondisi kerusakan hutan di lokasi eksplorasi sesuai laporan warga yang menyebutkan banyak pepohonan besar di sana yang ditebang untuk pembukaan jalan.
Dia mengingatkan agar setiap investor yang melakukan aktivitas penambangan harus serius memperhatikan masalah lingkungan. "Dalam sistem pertambangan, masalah lingkungan tetap jadi patokan," kata dia.
YOHANES SEO
Komentar
Posting Komentar